SIGNALLING ( Pra Kbm)

Nama : Rahmat Hidayatuloh

Kelas  : 3 TKJ A

MATA PELAJARAN : INSTALASI WAN

Signalling adalah pertukaran informasi antar elemen dalam jaringan yang direalisasikan dalam bentuk kode-kode standar yang telah disepakati,  tujuannya untuk membangun/ membentuk hubungan komunikasi, pengaturan, dan pembubaran.

Klasifikasi signalling berdasarkan pemakaian kanal:

  • Common Associated Signalling (CAS) ⇒ pensinyalan kanal yang bersesuaian; yakni tiap kanal voice memiliki 1 kanal signalling yang terasosiasi menggunakan kanal fisik yang sama, tetapi secara timing atau logika terpisah.
    Contoh: hubungan komunikasi pada telepon tetap
  • Common Channel Signalling (CCS) ⇒ pensinyalan kanal bersama; yakni sejumlah kanal signalling digunakan oleh banyak kanal voice secara bersama (common-channel), namun secara fisik berbeda/terpisah. Contohnya: hubungan komunikasi pada telepon bergerak.

Klasifikasi signalling berdasarkan fungsi kerja-nya:

  • Line-signalling: pensinyalan yang berfungsi sebagai pengaturan, yakni: memonitor kondisi/status kanal apakah sibuk atau bebas; dan mengontrol line/saluran.
  • Register-signalling: pensinyalan yang berfungsi membawa informasi tentang: nomor telepon tujuan dan asal/sumber, kelas/kategori panggilan (lokal/interlokal/internasional), kondisi bebas/sibuk subscriber yang dipanggil.

Klasifikasi signalling berdasarkan metode penyaluran:

  • Link-by-link ⇒ pengiriman sinyal informasi (satu-per-satu, yakni sequensial) secara utuh (penuh) dilakukan secara estafet (bersambungan) melalui sentral transit.
  • End-to-end ⇒ pengiriman sinyal informasi dilakukan melalui dua tahap (sinyal dikirimkan tidak sepenuhnya, melainkan separuhnya terlebih dahulu); tahap-1, sebagian informasi (menyangkut routing) dikirimkan ke sentral transit; tahap-2, setelah sentral asal dan sentral tujuan terhubung, maka informasi yang sebagian lagi (lengkap) lalu dikirimkan sepenuhnya ke tujuan.

  • Endblock ⇒ sama seperti Link-by-link, namun yang membedakannya dalam hal penggunaan istilah. Endblock digunakan untuk CCS, sedangkan istilah Link-by-link digunakan untuk CAS.
  • Overlap ⇒ pensinyalan kombinasi antara Link-by-link dan End-to-end; yakni sebagian sinyal informasi (secara serentak) dikirimkan terlebih dahulu ke sentral transit, setelah terhubung antara sentral asal ke sentral tujuan, barulah sinyal informasi yang lengkap dikirimkan.

Pada proses signalling terdapat fase dialing, yaitu menekan nomor tujuan. Terdapat dua metode dialing, yaitu Decadic-pulse (sistem tombol tekan, yakni setiap tombol direpresentasikan dalam masing-masing frekuensi identik), dan DTMF (Dual Tone Multiple Frequency, yakni sinyal tersusun dari kombinasi dua kelompok frekuensi berbeda; lebih tinggi atau lebih rendah). Saat ini, DTMF digunakan untuk perangkat telepon (tetap maupun bergerak).

SISTEM COMMON CHANNEL SIGNALING SEVEN

Signalling information dari voice atau data komunikasi di kirimkan melalui network yang terpisah dengan voice/data channelnya, sering kali disebut dengan common channel signalling (CCS). Hal ini diimplementasikan pertama kali di USA tahun 1960. Saat pertama kai dioperasikan disebut Common Channel Signalling System #6 (CCS6). Ada 2 mode operasi yang digunakan dalam CCS, yaitu associated (quiasiassociated) mode dan disassociated mode, dimana associated/quasi-associated mode:

􀁸 Kanal signaling mengikuti track/rute yang sama dengan saluran data interswitch antara 2 endpoint

􀁸 Sinyal kontrol berada pada kanal yang berbeda dari sinyal data pelanggan Sedangkan disassociated mode:

􀁸 Jaringan signaling terpisah dari jaringan untuk transfer data,

􀁸 Lebih rumit

􀁸 Diperlukan node tambahan yang disebut signal transfer point

Walaupun sebagian besar jaringan telah dikendalikan secara CCS, namun inchannel signaling masih diperlukan di beberapa titik, misalnya komunikasi antara pelanggan dengan sentral local. Pada mode disassociated, informasi signaling dan speech (suara) dapat melalui rute yang berbeda.

Skema/standar CCS yang sangat banyak digunakan adalah Signaling System No 7 (SS7).

Karakteristik utama SS7 antara lain :

􀁸 Telah teroptimasi untuk jaringan telekomunikasi digital, menggunakan kanal 64 kbps.

􀁸 Dirancang untuk dapat mengakomodasi fungsi call control, remote control, manajemen, dan pemeliharaan jaringan.

􀁸 Keandalan dalam hal keterurutan data yang dikirim tanpa loss maupun duplikasi.

􀁸 Dapat diimplementasikan pada jaringan analog dengan kecepatan kurang dari 64 kbps.

􀁸 Dapat pula digunakan untuk link terrestrial point-to-point dan satelit

Link fisik telah didefinisikan untuk laju berikut :

􀁸 E-1 2,048 Mbps (32 kanal, masing-masing 64 kbps)

􀁸 T-1 1,544 Mbps (24 kanal, masing-masing 64 kbps)

􀁸 V-35 64 kbps

􀁸 DS-0 64 kbps

Jaringan SS7 terpisah dari network voice yang telah disupportnya. Dimana SS7 terdiri dari beberapa node atau Signalling Point yang yang nantinya akan menyediakan fungsi-fungsi yang spesifik. Pada signalling network, terdiri dari tiga Node utama yaitu: Service Switching Point (SSP), Signal Control Point (SCP) dan Signal Transfer Point (STP). Ketiga nodenode utama tersebut pada umumnya terhubung point-to-point dengan bit rate 56 kbps. Data dilewatkan melalui jaringan tersbut dengan teknologi packetswitching.

Ketiga node tersebut harus mampu create, receive dan merespon SS7 message. Saat pertama kali SSP merupakan sebuah digital switches yang menyediakan akses voice dan call routing. SSP ini sudah dilengkapi dengan hardware interface dan software yang berhubungan dengan aplikasi SS7.

Pada umumnya SSP merupakan Local Exchange (LE) atau Interexchange circuits switches dan mobile switching centre. Dalam dunia GSM, MSC berperan sebagai SSP di SS7 Network. SSP memiliki dua fungsi utama yaitu :

1. Menghubungkan dan memutuskan

hubungan, menggunakan ISUP messaging.

Saat SSP harus membangun hubungan (setup) ke switch lain. SSP harus mampu memformulasikan dan mengirim SS7 message dengan informasi pengalamat-an yang tepat.

2. Membuat dan melaunch SS7 message yang telah dipersiapkan ke database external.

SCP adalah parameter atau kontrol yang dihasilkan oleh interface untuk database aplication atau service control logic. Pesan yang dikirimkan dari SSP ke SCP digunakan untuk mendapatkan routing information dan service information. SCP bukan merupakan sebuah aplikasi database melainkan menyediakan akses ke database aplication. Contoh, pentranslasian database dari tollfree 800 didukung oleh SCP. Saat

ada panggilan toll-free, switch LE akan menunda proses pemanggilan dan mengirim message ke SCP untuk mendapatkan jaringan Circuit Carrier Identifitaion Code (CIC) yang tepat agar panggilan dapat di routekan ke switch yang tepat. Tanpa SCP, LE tidak akan tahu nomor 800 tersebut atau kemana dia akan di routekan. Beberapa produsen STP telah mulai menyediakan aplikasi database pada STP nya. Sehingga SCP dapat difungsikan juga sebagai STP. Pada SS7 network, aplikasi ini masih terlihat seperti SCP database dan sama network functions routing. Fungsi utama dari STP adalah switch dan address SS7 messages. SS7 message tidaklah berasal atau ditujukan ke STP. Tetapi STP merelay SS7 message seperti packet switch atau message router ke node SS7 lainnya agar dapat berkomunikasi. Beberapa SSP atau SCP memerlukan akses untuk signalling sebelum terhubung ke sebuah STP.

Fungsi-fungsi utama dari STP :

􀁸 Sebagai physical connection ke SS7 network

􀁸 Sekuritas melalui proses gateway screening

􀁸 Message routing melalui Message Transfer Part (MTP)

􀁸 Message addressing melalui Global Title Translation (GTT)\

􀁸 Biasanya STP-STP dioperasikan secara berpasangan sebagai cadangan/redundancy.

STP-STP bia-sanya diinterkoneksikan secara hierarki di mana STP lokal menyediakan akses ke SSP. Kemudian STP lokal terhubung ke sebuah gateway STP, yang mana gateway

STP ini menyediakan akses ke jaringan lain atau aplikasi data base (basis data).

PERHITUNGAN SIGNAL

Transmisi data terjadi di antara transmister dan recaiver melalui beberapa media transmisi. Media transmisi dapat digolongkan sebagai goiged atau unguiged. Pada kedua hal itu, komunikasi berada dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Dengan guegid media, gelombang dikendalikan sepanjang jalur fisik. Unguided media menyediakan alat untuk mentransmisikan gelombang-gelombang elektromaknetik namun tidak mengendalikannya.

Konsep Time-Domain Sinyal continu adalah sinyal dimana intensitasnya berubah-ubah dalam bentuk halus sepanjang waktu.dengan kata lain tidak ada sinyal
yang terputus atau continu. Sedangkan sinyal discrete adalah sinyal dimana intensitasnya mempertahankan level yang konstan selama beberapa periode waktu yang kemudian berubah ke level yang konstan yang lain.

Konsep frequency-Domain

Pada kenyataanya, sebuah sinyal elektromagnetik dibentuk dari beberapa frekuensi. Sebagai contoh, sinyalRumus

s(t) (4 / p) x (sin(2pft) + (1 / 3) sin((2p(3f)t)

frekuensi kedua adalah suatu penggandaan dari frekuensi pertama. Bila semuam komponen frekuensi dari sebuah sinyal adalah penggandaan dari suatu

frekuensi, frekuensi berikutnya ditunjukkan sebagai fundamental frekuensi.Periode sinyal keseluruhan setara dengan periode fundamental frekuensi.

Hubungan antara data rate dan Bandwidth

Pada saat kita menambahkan multiple ganjil tambahan (additional odd multiple), skala yang sesuai, bentuk gelombang yang dihasilkan semakin mendekati

gelombang persegi. Tentu saja, dapat pula ditunjukkan bahwa komponen-komponen frekuensi gelombang persegi dengan amplitudo A dan –A dapat

siyatakan sebagai berikut.

Rumus

¥
s(t) = A x 4 / p x       ∑      sin(2pkft) / k

k odd, k = 1

Sinyalan

Dalam suatu system komunikasi, data disebar dari titik yang satu ke titik yang lain melalui sebuah alat sinyal-sinyal elektrik. Suatu sinyal analog merupakan aneka ragam gelombang eletromagnetik yang berlangsung terus-menerus yang kemungkinan disebarkan lewat berbagai macam media, tergantung pada spectrum;contohnya media kabel (wire), semacam twisted pair dan coaxial cable, kabel fiber optik, dan atmosfer atau ruang perambatan. Sinyal digital adalah suatu rangkaian voltase yang bisa ditrasmisikan melalui sebuah media kabel; sebagai contoh, suatu level voltase positif konstan ditunjukkan sebagai biner 1 sedangkan level voltase negative konstan dengan biner 0.

Data dan sinyal

Dalam operasi yang sama seperti yang ditunjukkan modem, data analog dapat dihasilkan melalui data digital. Perangkat yang mampu menghasilkan fungsi untuk data suara ini adalah codec (coder-decode). Pada dasarnya, codec takes sinyal analog yang menampilkan data suara secara langsung dan memperkirakan sinyal tersebut melalui deretan bit. Pada ujung penerima, deretan bit digunkan untuk merekonstruksi data analog.

Transmisi

Baik sinyal analog maupun sinyal digital dapat ditransmisikan melalui media transmisi yang sesuai. Caranya, sinyal-sinyal ini diperlakukan sebagai fungus system transmisi. Table 3.3 menyajikan ringkasan mengenai metode-metode transmisi data. Transmisi analog merupakan suatu alat untuk mentransmiskan sinyal-sinyal analog tanpa memperhatikan isinya. Sinyal bisa menampilkan data analog atau data digital. Pada kasus ini, sinyal analog menjadi lebih lemah setelah menempuh

jarak tertentu.agar dapat mencapai jarak yang lebuh jauh lagi, system transmisi analog  termasuk amplifier pendorong energy kedalam sinyal. Sayangnya, amplifier juga mendorong komponen-komponen derau. Dengan amplifier yang memencar agar mencapai jarak yang panjang, sinyal lebih banyak terdistori.

GANGUAN TRANSMISI

Gangguan yang siknifikan adalah sebagai berikut:

Atenuasi

Atenuasi membawakan tIga pertimbangan untuk membangun transmisi.Pertama,sinyal yang diterima harus cukup kuat sehingga arus elektronik pada receiver bias mendeteksi sinyal.Kedua,sinyal harus mempertahankan level yang lebih tinggi dibandingkan  derau yang diterima tanpa error.Ketiga, atenuasi merupakan fungsi frekuensi yang meningkat.

Nyquist Bandwidth

Menurut Nyquist menyatakan bahwa bila rate sinyal transmisi adalah 2B, maka suatu sinyal dengan frekuensi tidak lebih besar daripada B cukup memadai untuk menghasilkan rate sinyal. Kebalikannya juga berlaku; suatu bindwidth juga tertentu

sebesar B, maka rate sinyal tertinggi yang bias dihasilkan adlah sebesar 2B. keterbatasan ini dikarenakan efek gangguan intersimbol, seperti misalnya, yang disebabkan oleh distorsi tunda. Hasilnya berguna untuk pengembangan skema pengkodean digital ke analog.

Rumus kapasitas Shannon

Rumus Nyquist bandwidth dapat disatukan bersama-sama dengan teratur dengan terarur dalam satu rumus yang dikembangkan oleh pakar matematika Claude Shannon. Sebagaimana yang baru saja kita gambarkan, semakin tinggi rate data, kemungkinan terjadinya kerusakan yang tidak diinginkan semakin besar .

Lihatlah perbandingan berikut:

Rumus

(SNR) dB = 10 log 10 signal power / noise power

Signal to-Noise-Ratio sangatlah penting dalam transmisi digital data karena  menyusun batas atas terhadap rate data  yang mampu dicapai. Yang dihasilkan Shannon adalah kapasitas canel maksimum, dalam bit perdetik, sesuai dengan persamaan

Rumus

C = B log2 (1 + SNR)

Pernyataan EB/N0

Rumus

Eb   =  S / R  =  S
N0         N0      kTR

(Eb / B0)dB = Sdbw – 10 log R – 10 log k – 10 log T

(Eb / B0)dB = Sdbw – 10 log R + 228.6 dBW = 10 log T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s